Langsung ke konten utama

Apatisme kaum muda terhadap perpolitikan dan saatnya kaum muda lebih peduli



Generasi muda mempunyai energy yang besar serta ide-ide yang cemerlang untuk membawa perubahan positif. Oleh karenanya, kaum muda sngat di butuhkan dalam berbagai bidang termasuk dibidang politik tetapi masih banyak dari kalngan kaum muda lebih memilih untuk acuh tak acuh terhadap perpolitikan dan tidak ingin tau bagaimana Indonesia krisis perpolitikan. Dalam sejarah panjang peran pemuda dalam perpolitikan Indonesia telah mengalami berbagai konteks sosial-kultural yang di hadapinya, jauh sebelum Indonesia merdeka pemuda telah memperlihatkan partisipasi politik yang tinggi sebagai perwujudan dari keinginan untuk membebaskan diri dari koloniaisme.Kini wacana pemimpin muda mencuat kembali dalam politik Indonesia .
            Seiring berjalannya waktu setelah reformasi kita dapat melihat bahwa dunia politik Indonesia tak mengalami perbaikan , bahkan korupsi lebih marak . Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai kaum muda yang akan menjadi penanggung jawab atas keberlangsungan negeri ini di masa depan yang akan mendatang ? membiarkan korupsi semakin mejadi tersembunyi ? atau kita mencoba mengambil peran dalam politik Indonesia ? Tentu kita tidak ingin melihat negara kesatuan kita  yaitu Republik Indonesia yang kita cintai ini hancur karena ulah para politisi yang korupsi dan mempermainkan sistem demi kepentingan kantong mereka sendiri . Saya biasa melihat segelintir mahasiswa melakukan demonstrasi kecil dengan upaya untuk menggulingkan beberapa orang , dan perlu kita menoleh kebelakang tentang demonstrasi mampu menggulingkan rezim Soeharto dan menggantinya dengan era reformasi , namun demonstrasi tersebut berskala nasional bukan segelintir orang yang hanya akan dianggap angina lalu oleh para politisi yang menjabat dikursi DPR tersebut.
Lewat tulisan ini saya menyampaikan sebuah gagasan untuk memperbaiki dunia politik Indonesia.Sebagai negara demokrasi kita berhak menyampaikan pendapat dan kontribusi di bidang politik , dan saya menyarankan diselenggarakannya diskusi – diskusi terbuka yang bersifat independen dari kalangan pemuda, diskusi semacam ini selain di maksudkan untuk penyampaaian aspirasi kita semua juga bisa menjadi alat bantu pemersatu kaum muda Indonesia agar kita menyadari bahwa kita satu tanah air dan memiliki tanggung jawab yang sama di masa depan yaitu dengan memimpin negeri ini. Tidak ada lagi perpecahan , bentrok antar mahasiswa satu dengan yang lain . Kita sama , kita satu dan kitalah pemersatu bangsa.
Dimana didalam bentuk partai politik di Indonesia menggunkan sistem multipartai dan agak sulit membayangkan demokrasi tanpa kehdiran partai politik.Oleh karena itu , anak muda jika ingin secara nyata mengabdi untuk memperbaiki  demokrasi dengan jalur parpol adalah salah satu opsi yang mungkin layak tetapi sebagaian kaum muda apatis tentang perpolitikan . Dengan kata lain  jika anak muda memandang parpol dengan cara ragu-ragu atau tidak yakin , sarang koruptor dan sejenisnya  ternyata partai yang masih bisa diandalkan untuk menghasilkan kader-kader yang akan menjadi wakil-wakil masyarakat yang bertanggung jawab maka tidak ada lagi alasan bagi anak muda untuk  melakukan perubahan dalam perpolitikan di Indonesia.Apitisme tak akan menjawab banyak persoalan yang dilakukan keluhkan oleh anak muda .
Faktanya disini bahwa waktu terus , generasi terus berganti , isu baru dan lama terus mencul dan tenggelam dan waktu itu akan datang. Jika pada masa depan demokrasi ada di tangan anak muda maka masa depan partai pun demikian , maka taka da salahnya partai-partai merangkul generasi-generasi  baru .Dan pemuda yang ikut andil dalam pemerintahan dan partai politik hanya bisa di hitung jari berarti disini partisipasi mereka masih rendah.Peran generasi muda dalam bidang politik begitu diperlukan kehadirannya. Sikap apitis akan terkalahkan apabila  generasi muda seperti kita ini sadar akan petingnya peran kita dalam dunia politik dan pemerintahan kedepannya dan dimana kita juga harus menemukan ide-ide baru terhadap pembaharuan kebijakan pemerintahan dalam sistem politik agar bagaimana Indonesia bisa bebas dari money politik danmasyarakat bebas dari  golput pada saat pemilihan umum yang marak terjadi dalam sistem politik Indonesia.
Saat ini sedikit demi sedikit telah terjadi pergeseran pandangan masyarakat terhadap pemuda Indonesia yang dulunya dianggap sebagai kaum anarkis karna terjun langsung ke jalan dan membuat kemaceran yang meresahkan kalangan masyarakat tetapi kaum muda sekarang di pandang sebagai kaum intelektual yang berpikiran kritis.Pemikiran kritis yang dimiliki oleh pemuda-pemudi Indonesia telah mampu meakili aspirasi rakyat Indonesia. Dan karna hal inilah dapat dikatakn bahwa sebernanya pemuda-pemudi Indonesia lah yang menjadi wakil rayat Indonesia dlam menyuarakan semua aspirasi mereka dan tuntutan mereka ataan pemenuhan hak. Jadi kita sebagai kaum muda harus bisa mengubah dan menjadi agen of change.

Berbahagialah , bukan karena segala sesuatu yang baik tetapi karena kamu mampu melihat hal baik dari segala sesuatu.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Covid-19 dalam ekonomi politik dan kesenjangan sosial di Indonesia

Kehadiran Covid-19 memberikan goncangan atau dampak secara sistematik terhadap kondisi perekonomian Indonesia, hantaman pada sektor   ekonomi yang ditimbulkan oleh Covid-19 begitu sangat keras. Kegiatan perekonomian sebuah negara menjai sorotan ditengah pandemic global ini, setiap negara pastinya bukan tiak mungkin aktivitas ekonomi politiknyanya membutuhkan situasi yang kondusif dalam mempertahankan tren yang baik dan bagus dalam perekonomiannya. Sejak wabah ini merebak Indonesia banyak kehilangan pendapatan baik dalam sektor manufaktur dan juga industry pariwisata, kedua hal ini memiliki pengaruh signifikan alam ekonomi Indonesia. Lalu bagaimana keadaan pertumbuhan perekonomian di Indonesia sekarang ? Kepala Ekonomi PT Bank CIMB Niaga Tbk Adrian Penggabaen memprediksi pertumbuhan Ekonomi Indonesia I tahun ini bakala berada ikisaran 1,8 persen, sementara untuk laju inflasi bertengger di angka 2,7 persen. Dalam hal ini yaitu prediksi yang diberikan cukup optimis jika diba...